Segala puji bagi Alloh ta’ala tuhan
sekalian alam atas segala nikmatnya sholwat
dan salam semoga tetap tercurahkan atas junjungan kita nabi Muhammad
shallallohualaihi wa sallam
Ikhwan
Rohimahulloh kristenisasi merupakan sebuah rahasia umum bagi kita.para
misionaris senantiasa tak henti hentinya untuk memurtadkan umat islam.baik
dengan gendam,menghamili bahkan membodohi dan memperkosa ayat demi ayat dalam
qur’an.
Modus mereka pun
ber macam mulai dari pura pura masuk islam lalu menikahi muslimah kemudian
setelah punya anak di murtadkan sampai ngakunya mantan ustad padahal setelah di
cek ricek ternyata bohongan atau hanya seorang yg tak pernah lulus pesantren bahkan TPQ pun tidak.sebut
saja saefuddin Ibrahim aksi misionaris yg ngakunya mantan ustad ini boleh di
bilang berani bahkan nekat. Dalam salah satu videonya yg beredar di youtube dia mengatakan :
“Ketika bom bali pertama(kasus amrozi cs)
saya sempat terkejut dan shock kerana belum pernah melihat agama manapun di
dunia ini yang mengizinkan pembunuhan kerana beda keyakinan kecuali satu ini
yaitu islam”
Kemudian penginjil ini berdalil dengan
191.
Dan bunuhlah mereka di mana saja kamu jumpai mereka, dan usirlah mereka dari
tempat mereka telah mengusir kamu (Mekah); dan fitnah[117]
itu lebih besar bahayanya dari pembunuhan, dan janganlah kamu memerangi mereka
di Masjidil Haram, kecuali jika mereka memerangi kamu di tempat itu. Jika
mereka memerangi kamu (di tempat itu), maka bunuhlah mereka. Demikanlah balasan
bagi orang orang kafir.( QS.2 :191)
Perangilah
orang-orang yang tidak beriman kepada Allah dan tidak (pula) kepada hari
kemudian, dan mereka tidak mengharamkan apa yang diharamkan oleh Allah dan
RasulNya dan tidak beragama dengan agama yang benar (agama Allah), (yaitu
orang-orang) yang diberikan Al-Kitab kepada mereka, sampai mereka membayar
jizyah[638] dengan patuh sedang mereka dalam keadaan
tunduk.(QS.9:29)
Apabila
kamu bertemu dengan orang-orang kafir (di medan perang) maka pancunglah batang
leher mereka. Sehingga apabila kamu telah mengalahkan mereka maka tawanlah
mereka dan sesudah itu kamu boleh membebaskan mereka atau menerima tebusan
sampai perang berakhir. Demikianlah apabila Allah menghendaki niscaya Allah
akan membinasakan mereka tetapi Allah hendak menguji sebahagian kamu dengan
sebahagian yang lain. Dan orang-orang yang syahid pada jalan Allah, Allah tidak
akan menyia-nyiakan amal mereka.(QS.47:4)
Namun benarkah islam
agama perang ??? okelah kita terima saja klaim saefuddin diatas tapi,sebelum
itu marilah kita kaji ayat di atas satu persatu.
Ayat
yang pertama yakni Perangilah orang-orang yang tidak beriman
kepada Allah dan tidak (pula) kepada hari kemudian, dan mereka tidak
mengharamkan apa yang diharamkan oleh Allah dan RasulNya dan tidak beragama
dengan agama yang benar (agama Allah), (yaitu orang-orang) yang diberikan
Al-Kitab kepada mereka, sampai mereka membayar jizyah[638]
dengan patuh sedang mereka dalam keadaan tunduk.(QS.2:191)
Dalam suatu riwayat dikemukakan bahwa ayat
diatas turun berkenaan dengan perjanjian perdaimaian di hudaibiyyah,yaitu
ketika nabi muhamamad shollallohu alihi wa sallam di cegat oleh kauma Quraisny
untuk memasuki baitullah.Adapun isi perjanjian tersebut antara lain, agar kaum
muslimin menunaikan umrah pada tahun berikutnya.ketika Rosululloh beserta kaum
muslimin mempersiapkan diri untuk
melaksanakan umra sesuai dengan perjanjian,para shahabat nabi khawatir
kalau kalau orang quraisy tidak menepati janjinya ,bahkan memerangi dan menghalangi
mereka masuk masjidil haram,padahal kaum muslimin enggan berperang pada bulan
haram.Turunya ayat Wa qitilu fi sabilillahillazdina….(dan perangilah di jalan
alloh orang” yang….)(QS.Albaqoroh:190 :193)INI
ADALAH MEMBENARKAN BERPERERANG UNTUK
MEMPERTAHANKAN DIRI DARI SERANGAN MUSUH.
Sedangakan imam nawawi al bantani hafidhohulloh
ta’ala menjelaskan dalam tafsirnya yakni ketika mereka(orang kafir) memulai
menyerangmu maka balaslah/bunuhlah
(untuk mempertahankan diri) dimana saja kalian menemui mereka baik dalam
bulan halal atau dalam bulan haram .dan janganlah kamu
memusuhi/memerangi/membunuh mereka dalam masjidil haram.kecuali jika mereka
memulai dan memerangi kamu di tempat itu maka balaslah.(tafsir munir 1/50).
bulan haram adalah bulan dimana umat islam tidak boleh berperang tapi kalau ketika itu umat islam di serang maka di perbolehkan membalas serangan pada bulan itu juga yakni bulan zulkaidah,zulhijjah,muharran dan rajab untuk mempertahankan diri.
bulan haram adalah bulan dimana umat islam tidak boleh berperang tapi kalau ketika itu umat islam di serang maka di perbolehkan membalas serangan pada bulan itu juga yakni bulan zulkaidah,zulhijjah,muharran dan rajab untuk mempertahankan diri.
Ayat yang kedua yang dijadikan dalil saefuddin adalah Perangilah orang-orang yang tidak
beriman kepada Allah dan tidak (pula) kepada hari kemudian, dan mereka tidak
mengharamkan apa yang diharamkan oleh Allah dan RasulNya dan tidak beragama
dengan agama yang benar (agama Allah), (yaitu orang-orang) yang diberikan
Al-Kitab kepada mereka, sampai mereka membayar jizyah[638]
dengan patuh sedang mereka dalam keadaan tunduk.(QS.9:29)
Berbicara ayat
ini maka tidak lepas dari perang tabuk yaitu perang antara kaum muslimin
dengan romawi yang terjadi pada tahun ke 9 H yakni setahun
setelah fathul mekkah atau pembebasan kota mekkah sebenarnya
pertikaian(pertengkaran) antara kaum muslimin dengan romawi sudah dimulai
ketika dibunuhnya duta Rosululloh shollallohu alaihi wa sallam yaitu al harits
ibn umar Rodiyallohuanhu ditangan syuhrahbil alghasani saat beliau meyampai kan
surat yang ditujukan kepada pemimipin bushra
yang mana menurut adat dan kebiasaan waktu itu pembunuhan duta merupakan
TANDA PERANG/AJAKAN PERANG.setelah itu nabi mengrimkan satuan perang yg
dipimpin oleh zaid ibn haritsah Rodiyallohuanhu kemudian pecahlah perang mut’ah
namun perang ini tidak memberika dampak yang besar bagi orang-orang romawi namun memberikan dampak dan pengaruh yang
luar biasa dalam jiwa bangsa arab.
Hal ini juga
membuat banyak kabilah-kabilah arab yang melepaskan diri dari kekuasaan romawi
lalu bergabung dengan orang-orang muslim lama kelamaan membuat posisi romawi
terancam dan tiada pilihan bagi romawi kecuali dengan menghancurkan kaum
muslimin.lantas singkat cerita kemudian pecahlah perang tabuk.perang yg memakan
waktu 50 hari ini memberikan dampak besar bagi kaum muslimin yakni diakuinya
kedaulatan kaum muslimin baik secara de facto maupun de jure oleh kerajaan dan
pemerintahan yg ada pada waktu itu.
Imam ahmad al maroghi rohimahulloh dalam
tafsirnya menjelaskan yakni perangilah orang-orang tersebut JIKA
ADA HAL YANG MEMBOLEHKAN KALIAN MEMERANGI MEREKA SEPERTI MENYERANG KALIAN ATAU NEGARA KALIAN MENGUSIR DAN MENGANGGU
KEBERAGAMAN KALIAN ATAU MENGANCAM KEAMANAN DAN KESELAMATAN KALIAN seperti
yang di lakukan romawi hingga menjadi sebab
berkecamuknya perang tabuk .perangilah mereka hingga kalian merasa aman dari
penyerangan mereka dengan mereka membayar jizyah kepada kalian menurut
kesanggupanya .(terjemah tafsir almaroghi 10/163).
Jizyah
sendiri secara bahasa adalah suatu
bentuk pajak yang di kenakan kepada orang,bukan kepada bumi.bentuk jamaknya
adalah jizan.
Sedangkan
imam nawawi al banteni hafidhohullohu ta’ala
menafsirkan kata an yadin dalam ayat tersebut dengan kekayaan maka tidak
di wajibkan jizyah kepada faqir,orang orang yg lemah dan para janda dikalangan
mereka kerana mereka telah di tinggal oleh suami mereka(tafsir munir 1/336).
Kemudian ayat ke tiga yang dipakai
dalil oleh saefuddin adalah
Apabila kamu bertemu
dengan orang-orang kafir (di medan perang) maka pancunglah batang leher mereka.
Sehingga apabila kamu telah mengalahkan mereka maka tawanlah mereka dan sesudah
itu kamu boleh membebaskan mereka atau menerima tebusan sampai perang berakhir.
Demikianlah apabila Allah menghendaki niscaya Allah akan membinasakan mereka
tetapi Allah hendak menguji sebahagian kamu dengan sebahagian yang lain. Dan
orang-orang yang syahid pada jalan Allah, Allah tidak akan menyia-nyiakan amal
mereka.(QS.47:4)
Namun lagi lagi klaim keblinger dari penginjil
satu ini. ayat di atas turun yakni ketika perang uhud pada saat perang uhud
yakni pada saat pertempuran sengit melawan quraisy banyak yg luka-luka dan yang
gugur ketka itu kaum musyrikin berteriak ala hubbal(keagungan bagi hubbal) kaum
muslimin berseru allohu a’la wa ajal(Alloh ta’ala lebih tinggi dan mulya.”kaum
musyrikin berkata kami mempunyai al uzza
Rosulloh memerintahkan kaum muslimin untuk berseru Allohu maulana wa la
maulalakum(Alloh pelindundung kami dan kalian tidak mempunyai pelindung.Ayat
ini mengemukakan jaminan pahala bagi mereka yg gugur di jalan Alloh.
Mengingat latar
belakang turunya ayat ini yakni pada saat perang uhud dimana ketika itu kaum
muslimin dihadapkan pada kekuatan yg tidak berimbang kaum quraisy memiliki
hewan pengankut 3000 onta penunggang kudanya ada 200 tersebar de setiap
jalan yang dilaluluinya.dan yang mengenakan baju besinya ada 200 orang
sedangkan kekuatan kaum muslimin hanya 700 orang. dimana kaum muslimin kalah
dalam perang tersebut korban dari kalangan kaum muslimin 70 orang termasuk
didalamnya sayyidina hamzah rodiyallohu anhu paman nabi sendiri MAKA WAJARLAH ALLOH MENURUNKAN AYAT INI UNTUK
MEMOTIVASI KAUM MUSLIMIN SAAT ITU
SEKALIGUS MENGHIBUR HATI KELUARGA MEREKA YANG GUGUR.n
Kalau
seandainya umat islam menghalalkan darah orang lain kerana beda keyakinan saya
yakin bahwa tidak ada satupun pengikut
agama lain di Indonesia ini bahkan di dunia islam umumunya di mesir
lebih dari 8 juta orang Kristen koptik hidup,india pernah berabad-abad lamanya
di bawah kekuasaan islam tapi nyatanya 80% penduduknya beragama hindu hingga
sekarang.
Dalam
kitab sunanul kubro 5/305disebutkan bahwa nabi bersabda barangsiapa yang
berlaku dholim terhadap ahlu dzimmah(orang kafir yang terikat perjanjian damai
dengan umat islam) dengan meremehkan haknya atau membebaninya diluar
kemampuanya atau bahkan mengambil sesuatu darinya dengan cara yang tidak baik
maka sesungguhnya aku(nabi) adala pembelanya pada hari kiamat kelak( HR.Abu
Daud dan Baihaqy).
Alloh
ta’ala berfirman :
Allah tidak melarang kamu untuk
berbuat baik dan berlaku adil terhadap
orang-orang yang tiada memerangimu karena agama dan tidak (pula) mengusir kamu
dari negerimu. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang berlaku adil.(
QS.60:8)
Bahkan ketika Rosullulloh berhasil
merebut mekkah setelah mengalami penghinaan yang menyakitkan sekali di kota
itu,beliau mengampuni seluruh penduduk mekkah yang menginginkan kehidupan
damai.Diumumkan amnesty umum dan tak ada satupun orang yang di bunuh kecuali
jika melakukan tindak Kriminal baru.
JADI KLAIM PENGINJIL YG NGAKUNYA MANTAN
USTAD INI ADALAH SALAH ALIAS TAK BENAR,MUNGKIN SAJA SAEFUDDIN TELAH LUPA DENGAN
APA YANG IA PELAJARI DI PESANTREN DULU ATAU MEMANG DIA TAK PERNAH LULUS SEKOLAH
AGAMA SEBAB SAEFUDDIN MENAFSIRKAN QUR’AN HANYA DENGAN MEMBACA TEKSNYA SAJA APA
SAEFUDDIN SUDAH LUPA ILMU TAFSIR ????
PENGAKUAN DIA PUN YG KATANYA TELAH
MENGISLAMKAN 15 ORANG TERMASUK PENDETA
PATUT DI PERTANYAKAN.BAGAIMAN MAU MENG ISLAMKAN ORANG WONG DIA NYA SAJA
SENDIRI TAK PAHAM DAN AWAM DENGAN ISLAM
.
wal