Sabtu, 04 Oktober 2014

Pembelaan Seorang Muslim : Jawaban ustad murtad



Segala puji bagi Alloh ta’ala tuhan sekalian alam atas segala nikmatnya  sholwat dan salam semoga tetap tercurahkan atas junjungan kita nabi Muhammad shallallohualaihi wa sallam

Ikhwan Rohimahulloh kristenisasi merupakan sebuah rahasia umum bagi kita.para misionaris senantiasa tak henti hentinya untuk memurtadkan umat islam.baik dengan gendam,menghamili bahkan membodohi dan memperkosa ayat demi ayat dalam qur’an.

Modus mereka pun ber macam mulai dari pura pura masuk islam lalu menikahi muslimah kemudian setelah punya anak di murtadkan sampai ngakunya mantan ustad padahal setelah di cek ricek ternyata bohongan atau hanya seorang yg tak pernah  lulus pesantren bahkan TPQ pun tidak.sebut saja saefuddin Ibrahim aksi misionaris yg ngakunya mantan ustad ini boleh di bilang berani bahkan nekat. Dalam salah satu videonya  yg beredar di youtube dia mengatakan  :

“Ketika bom bali pertama(kasus amrozi cs) saya sempat terkejut dan shock kerana belum pernah melihat agama manapun di dunia ini yang mengizinkan pembunuhan kerana beda keyakinan kecuali satu ini yaitu islam

 Kemudian penginjil ini berdalil dengan
191. Dan bunuhlah mereka di mana saja kamu jumpai mereka, dan usirlah mereka dari tempat mereka telah mengusir kamu (Mekah); dan fitnah[117] itu lebih besar bahayanya dari pembunuhan, dan janganlah kamu memerangi mereka di Masjidil Haram, kecuali jika mereka memerangi kamu di tempat itu. Jika mereka memerangi kamu (di tempat itu), maka bunuhlah mereka. Demikanlah balasan bagi orang orang kafir.( QS.2 :191)

Perangilah orang-orang yang tidak beriman kepada Allah dan tidak (pula) kepada hari kemudian, dan mereka tidak mengharamkan apa yang diharamkan oleh Allah dan RasulNya dan tidak beragama dengan agama yang benar (agama Allah), (yaitu orang-orang) yang diberikan Al-Kitab kepada mereka, sampai mereka membayar jizyah[638] dengan patuh sedang mereka dalam keadaan tunduk.(QS.9:29)

Apabila kamu bertemu dengan orang-orang kafir (di medan perang) maka pancunglah batang leher mereka. Sehingga apabila kamu telah mengalahkan mereka maka tawanlah mereka dan sesudah itu kamu boleh membebaskan mereka atau menerima tebusan sampai perang berakhir. Demikianlah apabila Allah menghendaki niscaya Allah akan membinasakan mereka tetapi Allah hendak menguji sebahagian kamu dengan sebahagian yang lain. Dan orang-orang yang syahid pada jalan Allah, Allah tidak akan menyia-nyiakan amal mereka.(QS.47:4)

Namun benarkah islam agama perang ??? okelah kita terima saja klaim saefuddin diatas tapi,sebelum itu marilah kita kaji ayat di atas satu persatu.
Ayat yang pertama  yakni  Perangilah orang-orang yang tidak beriman kepada Allah dan tidak (pula) kepada hari kemudian, dan mereka tidak mengharamkan apa yang diharamkan oleh Allah dan RasulNya dan tidak beragama dengan agama yang benar (agama Allah), (yaitu orang-orang) yang diberikan Al-Kitab kepada mereka, sampai mereka membayar jizyah[638] dengan patuh sedang mereka dalam keadaan tunduk.(QS.2:191)

Dalam suatu riwayat dikemukakan bahwa ayat diatas turun berkenaan dengan perjanjian perdaimaian di hudaibiyyah,yaitu ketika nabi muhamamad shollallohu alihi wa sallam di cegat oleh kauma Quraisny untuk memasuki baitullah.Adapun isi perjanjian tersebut antara lain, agar kaum muslimin menunaikan umrah pada tahun berikutnya.ketika Rosululloh beserta kaum muslimin mempersiapkan diri untuk  melaksanakan umra sesuai dengan perjanjian,para shahabat nabi khawatir kalau  kalau orang quraisy  tidak menepati  janjinya ,bahkan memerangi dan menghalangi mereka masuk masjidil haram,padahal kaum muslimin enggan berperang pada bulan haram.Turunya ayat Wa qitilu fi sabilillahillazdina….(dan perangilah di jalan alloh orang” yang….)(QS.Albaqoroh:190 :193)INI ADALAH MEMBENARKAN BERPERERANG UNTUK MEMPERTAHANKAN DIRI DARI SERANGAN MUSUH.
Sedangakan imam nawawi al bantani hafidhohulloh ta’ala menjelaskan dalam tafsirnya yakni ketika mereka(orang kafir) memulai menyerangmu maka balaslah/bunuhlah  (untuk mempertahankan diri) dimana saja kalian menemui mereka baik dalam bulan halal atau dalam bulan haram .dan janganlah kamu memusuhi/memerangi/membunuh mereka dalam masjidil haram.kecuali jika mereka memulai dan memerangi kamu di tempat itu maka balaslah.(tafsir munir 1/50).
bulan haram adalah bulan dimana umat islam tidak boleh berperang tapi kalau ketika itu umat islam di serang maka di perbolehkan membalas serangan pada bulan itu juga yakni bulan zulkaidah,zulhijjah,muharran dan rajab untuk mempertahankan diri.
Ayat yang kedua yang  dijadikan dalil saefuddin adalah  Perangilah orang-orang yang tidak beriman kepada Allah dan tidak (pula) kepada hari kemudian, dan mereka tidak mengharamkan apa yang diharamkan oleh Allah dan RasulNya dan tidak beragama dengan agama yang benar (agama Allah), (yaitu orang-orang) yang diberikan Al-Kitab kepada mereka, sampai mereka membayar jizyah[638] dengan patuh sedang mereka dalam keadaan tunduk.(QS.9:29)

Berbicara ayat ini maka tidak lepas dari perang tabuk yaitu perang antara kaum muslimin dengan  romawi  yang terjadi pada tahun ke 9 H yakni setahun setelah fathul mekkah atau pembebasan kota mekkah sebenarnya pertikaian(pertengkaran) antara kaum muslimin dengan romawi sudah dimulai ketika dibunuhnya duta Rosululloh shollallohu alaihi wa sallam yaitu al harits ibn umar Rodiyallohuanhu ditangan syuhrahbil alghasani saat beliau meyampai kan surat yang ditujukan kepada pemimipin bushra  yang mana menurut adat dan kebiasaan waktu itu pembunuhan duta merupakan TANDA PERANG/AJAKAN PERANG.setelah itu nabi mengrimkan satuan perang yg dipimpin oleh zaid ibn haritsah Rodiyallohuanhu kemudian pecahlah perang mut’ah namun perang ini tidak memberika dampak yang besar bagi orang-orang romawi  namun memberikan dampak dan pengaruh yang luar biasa dalam jiwa bangsa  arab.
Hal ini juga membuat banyak kabilah-kabilah arab yang melepaskan diri dari kekuasaan romawi lalu bergabung dengan orang-orang muslim lama kelamaan membuat posisi romawi terancam dan tiada pilihan bagi romawi kecuali dengan menghancurkan kaum muslimin.lantas singkat cerita kemudian pecahlah perang tabuk.perang yg memakan waktu 50 hari ini memberikan dampak besar bagi kaum muslimin yakni diakuinya kedaulatan kaum muslimin baik secara de facto maupun de jure oleh kerajaan dan pemerintahan yg ada pada waktu itu.
Imam ahmad al maroghi rohimahulloh dalam tafsirnya menjelaskan yakni perangilah orang-orang tersebut  JIKA ADA HAL YANG MEMBOLEHKAN KALIAN MEMERANGI MEREKA SEPERTI MENYERANG KALIAN  ATAU NEGARA KALIAN MENGUSIR DAN MENGANGGU KEBERAGAMAN KALIAN ATAU MENGANCAM KEAMANAN DAN KESELAMATAN KALIAN seperti yang di lakukan romawi hingga menjadi sebab berkecamuknya perang tabuk .perangilah mereka hingga kalian merasa aman dari penyerangan mereka dengan mereka membayar jizyah kepada kalian menurut kesanggupanya .(terjemah tafsir almaroghi 10/163).
Jizyah sendiri secara bahasa adalah  suatu bentuk pajak yang di kenakan kepada orang,bukan kepada bumi.bentuk jamaknya adalah jizan.
Sedangkan imam nawawi al banteni hafidhohullohu ta’ala  menafsirkan kata an yadin dalam ayat tersebut dengan kekayaan maka tidak di wajibkan jizyah kepada faqir,orang orang yg lemah dan para janda dikalangan mereka kerana mereka telah di tinggal oleh suami mereka(tafsir munir 1/336).

Kemudian ayat ke tiga yang dipakai dalil oleh saefuddin adalah

 Apabila kamu bertemu dengan orang-orang kafir (di medan perang) maka pancunglah batang leher mereka. Sehingga apabila kamu telah mengalahkan mereka maka tawanlah mereka dan sesudah itu kamu boleh membebaskan mereka atau menerima tebusan sampai perang berakhir. Demikianlah apabila Allah menghendaki niscaya Allah akan membinasakan mereka tetapi Allah hendak menguji sebahagian kamu dengan sebahagian yang lain. Dan orang-orang yang syahid pada jalan Allah, Allah tidak akan menyia-nyiakan amal mereka.(QS.47:4)

 Namun lagi lagi klaim keblinger dari penginjil satu ini. ayat di atas turun yakni ketika perang uhud pada saat perang uhud yakni pada saat pertempuran sengit melawan quraisy banyak yg luka-luka dan yang gugur ketka itu kaum musyrikin berteriak ala hubbal(keagungan bagi hubbal) kaum muslimin berseru allohu a’la wa ajal(Alloh ta’ala lebih tinggi dan mulya.”kaum musyrikin  berkata kami mempunyai al uzza Rosulloh memerintahkan kaum muslimin untuk berseru Allohu maulana wa la maulalakum(Alloh pelindundung kami dan kalian tidak mempunyai pelindung.Ayat ini mengemukakan jaminan pahala bagi mereka yg gugur di jalan Alloh.
  Mengingat latar belakang turunya ayat ini yakni pada saat perang uhud dimana ketika itu kaum muslimin dihadapkan pada kekuatan yg tidak berimbang kaum quraisy memiliki hewan pengankut 3000 onta  penunggang kudanya ada 200 tersebar de setiap jalan yang dilaluluinya.dan yang mengenakan baju besinya ada 200 orang sedangkan kekuatan kaum muslimin hanya 700 orang. dimana kaum muslimin kalah dalam perang tersebut korban dari kalangan kaum muslimin 70 orang termasuk didalamnya sayyidina hamzah rodiyallohu anhu paman nabi sendiri MAKA WAJARLAH ALLOH MENURUNKAN AYAT INI UNTUK MEMOTIVASI KAUM  MUSLIMIN SAAT ITU SEKALIGUS MENGHIBUR HATI KELUARGA MEREKA YANG GUGUR.n
Kalau seandainya umat islam menghalalkan darah orang lain kerana beda keyakinan saya yakin bahwa tidak ada satupun pengikut  agama lain di Indonesia ini bahkan di dunia islam umumunya di mesir lebih dari 8 juta orang Kristen koptik hidup,india pernah berabad-abad lamanya di bawah kekuasaan islam tapi nyatanya 80% penduduknya beragama hindu hingga sekarang.
Dalam kitab sunanul kubro 5/305disebutkan bahwa nabi bersabda barangsiapa yang berlaku dholim terhadap ahlu dzimmah(orang kafir yang terikat perjanjian damai dengan umat islam) dengan meremehkan haknya atau membebaninya diluar kemampuanya atau bahkan mengambil sesuatu darinya dengan cara yang tidak baik maka sesungguhnya aku(nabi) adala pembelanya pada hari kiamat kelak( HR.Abu Daud dan Baihaqy).
Alloh ta’ala berfirman :
Allah tidak melarang kamu untuk berbuat baik dan berlaku adil terhadap orang-orang yang tiada memerangimu karena agama dan tidak (pula) mengusir kamu dari negerimu. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang berlaku adil.( QS.60:8)
Bahkan ketika Rosullulloh berhasil merebut mekkah setelah mengalami penghinaan yang menyakitkan sekali di kota itu,beliau mengampuni seluruh penduduk mekkah yang menginginkan kehidupan damai.Diumumkan amnesty umum dan tak ada satupun orang yang di bunuh kecuali jika melakukan tindak Kriminal baru.
JADI KLAIM PENGINJIL YG NGAKUNYA MANTAN USTAD INI ADALAH SALAH ALIAS TAK BENAR,MUNGKIN SAJA SAEFUDDIN TELAH LUPA DENGAN APA YANG IA PELAJARI DI PESANTREN DULU ATAU MEMANG DIA TAK PERNAH LULUS SEKOLAH AGAMA SEBAB SAEFUDDIN MENAFSIRKAN QUR’AN HANYA DENGAN MEMBACA TEKSNYA SAJA APA SAEFUDDIN SUDAH LUPA ILMU TAFSIR ????
PENGAKUAN DIA PUN YG KATANYA TELAH MENGISLAMKAN 15 ORANG TERMASUK PENDETA  PATUT DI PERTANYAKAN.BAGAIMAN MAU MENG ISLAMKAN ORANG WONG DIA NYA SAJA SENDIRI TAK PAHAM DAN AWAM DENGAN ISLAM


.


Kitab Kuning Nasibmu kini



Kitab kuning merupakan julukan ataupun gelar yang di alamatkan pada “kitab berbahasa arab” oleh masyarakat awam beberapa kalangan bahkan menganggapnya sebagai penghinaan dan perendahan terhadap kitab-kitab berbahasa arab.agar lebih sopan kelompok yang menolak istilah pemakaian kitab kuning ini mengusulkan untuk menggantinya dengan istilah “kitab klasik” untuk merujuk pada kitab-kitab berbahasa arab.
Semenjak periode arabisasi[i] pada masa bany umayyah,hingga paruh abad ke 20 an kitab kuning masih menjadi refrensi di segala bidang mulai dari sosiologi hingga filsafat semua ada dan tertulis dalam kitab kuning namun kini kitab kuning tak lebih hanya  simbol tradisi intelektual di lingkungan pesantren. Ia menjadi wahana penyebaran ajaran Islam yang dirumuskan para ulama masa lalu, kepada para pelajar di masa kini.
Ia semakin tergerus oleh zaman dengan munculnya berbagai macam buku –buku terjemahan,memang bagus dan mudah di pahami terutama bagi mereka yang kurang paham atau bahkan tak kenal bahasa arab,bukan berarti saya melarang buku terjemahan tapi alangkah baiknya jika kita mampu untuk membacanya sendiri alangkah asiknya dan bangganya kita bila kita sendiri bisa memahami ucapan Rosululloh shollallohu alaihi wa sallam bukankah dalam masalah ilmu kita tak boleh dan tak kenal kata “PUAS”.
Wah trus gimana nih kalau tak kenal puas berarti atas dasar nafsu donk ?
Ya gak gitu juga tafsiranya mas lagian Tuhan sendiri kok yang merintahkan itu[ii]
Allohu Ta’ala Robbuna berfirman :
Alloh Ta’ala telah menyatakan bahwa Tiada Tuhan selain Dia demikian juga para malaikat dan Orang –orang yang ahli ilmu..”.
Imam nawawi al bantani rohmatulloh alaim (w.1896 M) menjelaskan ma’na ayat ini dengan fi’il amr renungkanlah bagaimana Alloh Ta’ala memmulai dengan Dzat Alloh Ta’ala sendiri yang kedua dengan malaikat-malaikatnya yang ketika dengan ahli ilmu maka cukuplah bagimu kemuliaan dan keutamaan ( undzur kaifa badaa Allohu Ta’ala binafsihi watsana bilmalaikatihi wal tsalis bil ahli ilmi wa nahiyka bihadza sarfan wa fadlan)
Salah satu ciri ahli ilmu adalah yang Tidak kenal kata “PUAS” dalam mencari ilmu para ulama pun biasa melakukan rihlah ilmiah lihatlah Imam Muhammad Idris assyafi’I Rohmatulloh alaihim (ayoo siapa dia ? ? ?) beliau biasa melakukan rihlah ilmiah ke madinah iraq mekkah dll. Ucapan beliau yg sangat terkenal adalah man dzonna aliman faqod jahilan siapa (yg puas dengan satu ilmu) menyangka diri alim maka dialah sebenarnya orang yg bodoh.
Masak ndak boleh baca buku terjemah ?
Boleh boleh aja  bahkan harus bagi mereka yg kurang mengerti bahasa arab ( termasuk saya hehehe) tapi kita tak boleh terlena dengan terjemahan itu,dan mengandalkanya dalam maktabah syamilah terdapat 20.000 jilid kitab karya-karya ulama besar rugi donk kalau tak bisa baca.
 Kalau boleh di golongkan terjemahan kitab ada berbagai 2 macam versi(mungkin lebih tepat model) sebelum tahun 1950 an  amat langka dalam menemukan terjemahan kitab kuning dalam tulisan dan  latin mungkin ustadz sulaiman rasyid Rohimahullohu Ta’ala adalah orang yang pertama kali menerjemahkan(lebih tepatnya mengarang) sebuah Kitab fiqh dalam bahasa indonesia dengan huruf latin sebelumnya kitab kuning atau buku-buku agama di tulis dan di terjemahkan dengan mengunakan tulisan/font arab melayu kerana maklum minimnya masyarakat yg bisa baca tulis huruf latin melainkan hanya beberapa kaum elit,PNS(hindia belanda),dan segelintir kaum terpelajar itupun dengan bahasa belanda jadi ketika itu jadi nenek moyang kita buta huruf latin tapi melek huruf arab bisa di katakan 80%  dari Kitab terjemahan saat ini dengan menggunakan huruf latin .
Di jawa penerjemahan kitab kuning menggunakan tulisan arab jawa atau yg lebih di kenal dengan pego yang mana ia telah menjadi budaya di pesantren-pesantren tradisonal yang lebih menurut saya lebih mencerdaskan dan mendidik daripada kitab terjemahan lain,kerana selain mengetahui arti perkalimat kita juga bisa mengetahui tarkib(susunan kalimat) dengan bahasa yg sebagai tanda yakni utawi untuk mubtada ikhu(khobar) sopo(fail) dll.(tentunya bagi mereka yang memahami bahasa jawa).namun sayang di indonesia lagi-lagi hanya sedikit orang yg bisa membacanya dan mengkajinya padahal ini merupakan kekayaan intelektual sekaligus budaya identitas keislaman kita.Wallohulhadi.

                                                      








[i] Yakni pada masa penerjemahan kitab – kitab yunani kedalam bahasa arab
[ii] Dalam qur’an di sebutkan fasalu ahladdizkri in kuntum la ta’lamun afwan saya lupa ayatnya dan belum ketemu nyarinya insha alloh akan ada revisi artikel ini dan tentunya kita bertanya kepada orang lain bukan untuk mengucapkan dan mengulangi kata-katanya tapi sebagai refrensi agar anda bisa “membuka kepahaman anda dan nalar kita” inilah bentuk ketidak puasan ahli ilmi yakni dengan senantiasa muroja’ah ,menelaah dan menganalisa swatu ilmu

Budha : Agama zuhud



Pagi itu kami melakukan studi banding ke sekolah tinggi agama budha kertajsa batu malang,di awal perjalanan kami pun sudah di sambut oleh hujan yang deras namun hal tersebut  tidaklah mengurungkan niat kami Pagi itu kami melakukan studi banding ke sekolah tinggi agama budha kertajsa batu malang,di awal perjalanan kami pun sudah di sambut oleh hujan yang deras namun hal tersebut  tidaklah mengurungkan niat kami walDSCN0492.JPGwalaupun kami di buat terlambat olehnya.
Jam di hpku menunjukan pukul  01.00 ketika kami sampai disana kami pun segera mencari tempat sholat/musholla namun kerana tidak ada mushollanya(maklum lah sekolah agama budha) maka kami terpaksa mencari di luar.ketika kami datang kami di sambut dengan baik dan ramah oleh  biksu muda agung praseto seorang yg kurus dan usianya sebaya dengan kami.kami pun di buat terkagum dengan akhlaq mereka dan membuat kami malu ketika di atas mimbar kami mendakwahkan menyeru dan menghapal dalil dalil akan keutamaaan akhlaq tapi tapi ternyata kami kecolongan justru umat beragama non muslim lah yang  mengamalkan ajaran agama kami.
Kemudian kami memasuki sebuah ruangan kelas yg bersih dan nyaman bahkan tak ada sebungkuspun sampah yg berserakan kami di beri penjelasan tentang agama budha dari sumbernya yg asli kalau selama ini kami hanya mendengarnya dari qila wa qola(dari katanya) yg cenderung menutup-nutupi dan menjelekan ajaranya namun kin kami mengetahui nya dari orang yang benar-benar pakar di dalamnya(banthe jaya medho) walaupun su bjektifitas tetap ada,tapi setidaknya kita telah mengetahuinya dari orang yg pakar atau orang yg mempunyai rekomendasi untuk itu.
Beliau merumuskan bahwa rukun iman budha setidaknya ada tiga :
1.Kami berlindung kepada budha
2.kami berlindung pada sangha
3.kami berlindundung pada dhamma
Agama budha adalah agama yang tidak menekankan ritualistik namun agama ini lebih menekankan pada sesuatu yg bershifat bathiniah/rohani,oleh kerana itu kita tidak mengenal yg namanya halal dan haram dalam agama budha bagi seorang budhis apa yang membahayakan kita adalah haram dan  yang menguntungkan atau membahagiakan kita adalah halal,manausia sendiri diartikan sebagai pikiran yang luhur(mano:pikiran dan usa : luhur),bahkan budha pun memberikan kebabasan berpikir dan menyerahkan segala sesuatu nya kepada manusia.
“jangan percaya pada apapun(kitab suci,mitos bahkan sang budha sendiri) tapi pikirkan dulu”[1]

Siddhartha Gautama, pencetus utama ajaran budha. Sang Buddha (berarti “yang telah sadar” dalam bahasa Sanskerta dan Pali). Sang Buddha hidup dan mengajar di bagian timur anak benua India dalam beberapa waktu antara abad ke-6 sampai ke-4 SM. Beliau dikenal oleh para umat Buddha sebagai seorang guru yang telah sadar atau tercerahkan yang membagikan wawasan-Nya untuk membantu makhluk hidup mengakhiri ketidaktahuan/kebodohan (avidyā), kehausan/napsu rendah (taṇhā), dan penderitaan (dukkha), dengan menyadari sebab musabab saling bergantungan dan sunyatam dan mencapai Nirvana (Pali: Nibbana).
Setiap aliran Buddha berpegang kepada tripitaka(tiga keranjang) sebagai rujukan utama karena dalamnya tercatat sabda dan ajaran Buddha Gautama selama 45 tahun beliau berdakwah. Pengikut-pengikutnya kemudian mencatat dan mengklasifikasikan ajarannya dalam 3 buku yaitu Sutta Piṭaka (kotbah-kotbah Sang Buddha) terdiri atas 33 juz/bagian, Vinaya Piṭaka (peraturan atau tata tertib para bhikkhu) terdiri dari 5 juz/bagian dan Abhidhamma Piṭaka (ajaran hukum metafisika dan psikologi) yang berisi 7 juz/bagian.
Tidak seperti agama samawi(abrahamic religion) Dalam mendefinisikan tuhan budha sendiri tidak pernah memberikan julukan/sebutan untuk tuhan adapun kerana agama budha sangat adaptif sehingga mudah tercampurnya berbagi macam ajaran dan agama yang bersentuhan denganya yg sebenarnya tidak pernah di ajarkan sang budha maka pengikutnya mulai menyebut tuhan mereka dengan sang hyang adi buhdha,thatagatta dan lain sebagainya,budha hanya  menyebutkan bahwa tuhan itu mutlak.
“Ketuhanan Yang Mahaesa dalam bahasa Pali adalah Atthi Ajatang Abhutang Akatang Asamkhatang yang artinya "Suatu Yang Tidak Dilahirkan, Tidak Dijelmakan, Tidak Diciptakan dan Yang Mutlak".[2]
Ketika itu waktu menunjukan pukul 4.00 maka banthe pun berniat mengakhiri acara ini namun karena pada waktu itu hujan lebat maka banthe pun mengurungkan niatnya serta membuka sesi tanya jawab.seorang di antara kami mengawali pertanyaanya dengan karma ? kemudian banthe menjelaskan bahwa Bila kita mempelajari ajaran agama Buddha seperti yang terdapat dalam kitab suci Tripitaka, maka bukan hanya konsep Ketuhanan yang berbeda dengan konsep Ketuhanan dalam agama lain, tetapi banyak konsep lain yang tidak sama pula. Konsep-konsep agama Buddha yang berlainan dengan konsep-konsep dari agama lain antara lain adalah konsep-konsep tentang penciptaan, kehidupan manusia di alam semesta, kiamat dan Keselamatan atau Kebebasan.
Di dalam agama Buddha tujuan akhir hidup manusia adalah mencapai kebuddhaan (anuttara samyak sambodhi) atau pencerahan sejati dimana satu makhluk tidak perlu lagi mengalami proses kelahiran kembali/reinkarnasi. Untuk mencapai itu pertolongan dan bantuan pihak lain tidak ada pengaruhnya. Tidak ada dewa - dewi yang dapat membantu, hanya dengan usaha sendirilah kebuddhaan dapat dicapai. Buddha hanya merupakan contoh, juru pandu, dan guru bagi makhluk yang perlu melalui jalan mereka sendiri, mencapai pencerahan rohani, dan melihat kebenaran & realitas sebenar-benarnya.
Sesudah itu bante pun menutup forum ini dan kami di ajak untuk berkeliling-keliling kampus serta di beri kesempatan bertanya apa saja kemudian acara kami tutup dengan saling memberi cinderamata,mungkin bagi sebagian orang studi  banding ini dianggap suatu yg aneh atau tabau tapi bagi kami merupakan pengalaman yang berharga,kerana kita tidak boleh menutup diri kita terhadap apapun yang mana sikap ketertutupan kita terhadap sesuatu akan semakan membodohkan kita.



[1] Agutara nikaya 111-65
[2] Udana VIII : 3,