Sabtu, 04 Oktober 2014

Pembelaan Seorang Muslim : Jawaban ustad murtad



Segala puji bagi Alloh ta’ala tuhan sekalian alam atas segala nikmatnya  sholwat dan salam semoga tetap tercurahkan atas junjungan kita nabi Muhammad shallallohualaihi wa sallam

Ikhwan Rohimahulloh kristenisasi merupakan sebuah rahasia umum bagi kita.para misionaris senantiasa tak henti hentinya untuk memurtadkan umat islam.baik dengan gendam,menghamili bahkan membodohi dan memperkosa ayat demi ayat dalam qur’an.

Modus mereka pun ber macam mulai dari pura pura masuk islam lalu menikahi muslimah kemudian setelah punya anak di murtadkan sampai ngakunya mantan ustad padahal setelah di cek ricek ternyata bohongan atau hanya seorang yg tak pernah  lulus pesantren bahkan TPQ pun tidak.sebut saja saefuddin Ibrahim aksi misionaris yg ngakunya mantan ustad ini boleh di bilang berani bahkan nekat. Dalam salah satu videonya  yg beredar di youtube dia mengatakan  :

“Ketika bom bali pertama(kasus amrozi cs) saya sempat terkejut dan shock kerana belum pernah melihat agama manapun di dunia ini yang mengizinkan pembunuhan kerana beda keyakinan kecuali satu ini yaitu islam

 Kemudian penginjil ini berdalil dengan
191. Dan bunuhlah mereka di mana saja kamu jumpai mereka, dan usirlah mereka dari tempat mereka telah mengusir kamu (Mekah); dan fitnah[117] itu lebih besar bahayanya dari pembunuhan, dan janganlah kamu memerangi mereka di Masjidil Haram, kecuali jika mereka memerangi kamu di tempat itu. Jika mereka memerangi kamu (di tempat itu), maka bunuhlah mereka. Demikanlah balasan bagi orang orang kafir.( QS.2 :191)

Perangilah orang-orang yang tidak beriman kepada Allah dan tidak (pula) kepada hari kemudian, dan mereka tidak mengharamkan apa yang diharamkan oleh Allah dan RasulNya dan tidak beragama dengan agama yang benar (agama Allah), (yaitu orang-orang) yang diberikan Al-Kitab kepada mereka, sampai mereka membayar jizyah[638] dengan patuh sedang mereka dalam keadaan tunduk.(QS.9:29)

Apabila kamu bertemu dengan orang-orang kafir (di medan perang) maka pancunglah batang leher mereka. Sehingga apabila kamu telah mengalahkan mereka maka tawanlah mereka dan sesudah itu kamu boleh membebaskan mereka atau menerima tebusan sampai perang berakhir. Demikianlah apabila Allah menghendaki niscaya Allah akan membinasakan mereka tetapi Allah hendak menguji sebahagian kamu dengan sebahagian yang lain. Dan orang-orang yang syahid pada jalan Allah, Allah tidak akan menyia-nyiakan amal mereka.(QS.47:4)

Namun benarkah islam agama perang ??? okelah kita terima saja klaim saefuddin diatas tapi,sebelum itu marilah kita kaji ayat di atas satu persatu.
Ayat yang pertama  yakni  Perangilah orang-orang yang tidak beriman kepada Allah dan tidak (pula) kepada hari kemudian, dan mereka tidak mengharamkan apa yang diharamkan oleh Allah dan RasulNya dan tidak beragama dengan agama yang benar (agama Allah), (yaitu orang-orang) yang diberikan Al-Kitab kepada mereka, sampai mereka membayar jizyah[638] dengan patuh sedang mereka dalam keadaan tunduk.(QS.2:191)

Dalam suatu riwayat dikemukakan bahwa ayat diatas turun berkenaan dengan perjanjian perdaimaian di hudaibiyyah,yaitu ketika nabi muhamamad shollallohu alihi wa sallam di cegat oleh kauma Quraisny untuk memasuki baitullah.Adapun isi perjanjian tersebut antara lain, agar kaum muslimin menunaikan umrah pada tahun berikutnya.ketika Rosululloh beserta kaum muslimin mempersiapkan diri untuk  melaksanakan umra sesuai dengan perjanjian,para shahabat nabi khawatir kalau  kalau orang quraisy  tidak menepati  janjinya ,bahkan memerangi dan menghalangi mereka masuk masjidil haram,padahal kaum muslimin enggan berperang pada bulan haram.Turunya ayat Wa qitilu fi sabilillahillazdina….(dan perangilah di jalan alloh orang” yang….)(QS.Albaqoroh:190 :193)INI ADALAH MEMBENARKAN BERPERERANG UNTUK MEMPERTAHANKAN DIRI DARI SERANGAN MUSUH.
Sedangakan imam nawawi al bantani hafidhohulloh ta’ala menjelaskan dalam tafsirnya yakni ketika mereka(orang kafir) memulai menyerangmu maka balaslah/bunuhlah  (untuk mempertahankan diri) dimana saja kalian menemui mereka baik dalam bulan halal atau dalam bulan haram .dan janganlah kamu memusuhi/memerangi/membunuh mereka dalam masjidil haram.kecuali jika mereka memulai dan memerangi kamu di tempat itu maka balaslah.(tafsir munir 1/50).
bulan haram adalah bulan dimana umat islam tidak boleh berperang tapi kalau ketika itu umat islam di serang maka di perbolehkan membalas serangan pada bulan itu juga yakni bulan zulkaidah,zulhijjah,muharran dan rajab untuk mempertahankan diri.
Ayat yang kedua yang  dijadikan dalil saefuddin adalah  Perangilah orang-orang yang tidak beriman kepada Allah dan tidak (pula) kepada hari kemudian, dan mereka tidak mengharamkan apa yang diharamkan oleh Allah dan RasulNya dan tidak beragama dengan agama yang benar (agama Allah), (yaitu orang-orang) yang diberikan Al-Kitab kepada mereka, sampai mereka membayar jizyah[638] dengan patuh sedang mereka dalam keadaan tunduk.(QS.9:29)

Berbicara ayat ini maka tidak lepas dari perang tabuk yaitu perang antara kaum muslimin dengan  romawi  yang terjadi pada tahun ke 9 H yakni setahun setelah fathul mekkah atau pembebasan kota mekkah sebenarnya pertikaian(pertengkaran) antara kaum muslimin dengan romawi sudah dimulai ketika dibunuhnya duta Rosululloh shollallohu alaihi wa sallam yaitu al harits ibn umar Rodiyallohuanhu ditangan syuhrahbil alghasani saat beliau meyampai kan surat yang ditujukan kepada pemimipin bushra  yang mana menurut adat dan kebiasaan waktu itu pembunuhan duta merupakan TANDA PERANG/AJAKAN PERANG.setelah itu nabi mengrimkan satuan perang yg dipimpin oleh zaid ibn haritsah Rodiyallohuanhu kemudian pecahlah perang mut’ah namun perang ini tidak memberika dampak yang besar bagi orang-orang romawi  namun memberikan dampak dan pengaruh yang luar biasa dalam jiwa bangsa  arab.
Hal ini juga membuat banyak kabilah-kabilah arab yang melepaskan diri dari kekuasaan romawi lalu bergabung dengan orang-orang muslim lama kelamaan membuat posisi romawi terancam dan tiada pilihan bagi romawi kecuali dengan menghancurkan kaum muslimin.lantas singkat cerita kemudian pecahlah perang tabuk.perang yg memakan waktu 50 hari ini memberikan dampak besar bagi kaum muslimin yakni diakuinya kedaulatan kaum muslimin baik secara de facto maupun de jure oleh kerajaan dan pemerintahan yg ada pada waktu itu.
Imam ahmad al maroghi rohimahulloh dalam tafsirnya menjelaskan yakni perangilah orang-orang tersebut  JIKA ADA HAL YANG MEMBOLEHKAN KALIAN MEMERANGI MEREKA SEPERTI MENYERANG KALIAN  ATAU NEGARA KALIAN MENGUSIR DAN MENGANGGU KEBERAGAMAN KALIAN ATAU MENGANCAM KEAMANAN DAN KESELAMATAN KALIAN seperti yang di lakukan romawi hingga menjadi sebab berkecamuknya perang tabuk .perangilah mereka hingga kalian merasa aman dari penyerangan mereka dengan mereka membayar jizyah kepada kalian menurut kesanggupanya .(terjemah tafsir almaroghi 10/163).
Jizyah sendiri secara bahasa adalah  suatu bentuk pajak yang di kenakan kepada orang,bukan kepada bumi.bentuk jamaknya adalah jizan.
Sedangkan imam nawawi al banteni hafidhohullohu ta’ala  menafsirkan kata an yadin dalam ayat tersebut dengan kekayaan maka tidak di wajibkan jizyah kepada faqir,orang orang yg lemah dan para janda dikalangan mereka kerana mereka telah di tinggal oleh suami mereka(tafsir munir 1/336).

Kemudian ayat ke tiga yang dipakai dalil oleh saefuddin adalah

 Apabila kamu bertemu dengan orang-orang kafir (di medan perang) maka pancunglah batang leher mereka. Sehingga apabila kamu telah mengalahkan mereka maka tawanlah mereka dan sesudah itu kamu boleh membebaskan mereka atau menerima tebusan sampai perang berakhir. Demikianlah apabila Allah menghendaki niscaya Allah akan membinasakan mereka tetapi Allah hendak menguji sebahagian kamu dengan sebahagian yang lain. Dan orang-orang yang syahid pada jalan Allah, Allah tidak akan menyia-nyiakan amal mereka.(QS.47:4)

 Namun lagi lagi klaim keblinger dari penginjil satu ini. ayat di atas turun yakni ketika perang uhud pada saat perang uhud yakni pada saat pertempuran sengit melawan quraisy banyak yg luka-luka dan yang gugur ketka itu kaum musyrikin berteriak ala hubbal(keagungan bagi hubbal) kaum muslimin berseru allohu a’la wa ajal(Alloh ta’ala lebih tinggi dan mulya.”kaum musyrikin  berkata kami mempunyai al uzza Rosulloh memerintahkan kaum muslimin untuk berseru Allohu maulana wa la maulalakum(Alloh pelindundung kami dan kalian tidak mempunyai pelindung.Ayat ini mengemukakan jaminan pahala bagi mereka yg gugur di jalan Alloh.
  Mengingat latar belakang turunya ayat ini yakni pada saat perang uhud dimana ketika itu kaum muslimin dihadapkan pada kekuatan yg tidak berimbang kaum quraisy memiliki hewan pengankut 3000 onta  penunggang kudanya ada 200 tersebar de setiap jalan yang dilaluluinya.dan yang mengenakan baju besinya ada 200 orang sedangkan kekuatan kaum muslimin hanya 700 orang. dimana kaum muslimin kalah dalam perang tersebut korban dari kalangan kaum muslimin 70 orang termasuk didalamnya sayyidina hamzah rodiyallohu anhu paman nabi sendiri MAKA WAJARLAH ALLOH MENURUNKAN AYAT INI UNTUK MEMOTIVASI KAUM  MUSLIMIN SAAT ITU SEKALIGUS MENGHIBUR HATI KELUARGA MEREKA YANG GUGUR.n
Kalau seandainya umat islam menghalalkan darah orang lain kerana beda keyakinan saya yakin bahwa tidak ada satupun pengikut  agama lain di Indonesia ini bahkan di dunia islam umumunya di mesir lebih dari 8 juta orang Kristen koptik hidup,india pernah berabad-abad lamanya di bawah kekuasaan islam tapi nyatanya 80% penduduknya beragama hindu hingga sekarang.
Dalam kitab sunanul kubro 5/305disebutkan bahwa nabi bersabda barangsiapa yang berlaku dholim terhadap ahlu dzimmah(orang kafir yang terikat perjanjian damai dengan umat islam) dengan meremehkan haknya atau membebaninya diluar kemampuanya atau bahkan mengambil sesuatu darinya dengan cara yang tidak baik maka sesungguhnya aku(nabi) adala pembelanya pada hari kiamat kelak( HR.Abu Daud dan Baihaqy).
Alloh ta’ala berfirman :
Allah tidak melarang kamu untuk berbuat baik dan berlaku adil terhadap orang-orang yang tiada memerangimu karena agama dan tidak (pula) mengusir kamu dari negerimu. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang berlaku adil.( QS.60:8)
Bahkan ketika Rosullulloh berhasil merebut mekkah setelah mengalami penghinaan yang menyakitkan sekali di kota itu,beliau mengampuni seluruh penduduk mekkah yang menginginkan kehidupan damai.Diumumkan amnesty umum dan tak ada satupun orang yang di bunuh kecuali jika melakukan tindak Kriminal baru.
JADI KLAIM PENGINJIL YG NGAKUNYA MANTAN USTAD INI ADALAH SALAH ALIAS TAK BENAR,MUNGKIN SAJA SAEFUDDIN TELAH LUPA DENGAN APA YANG IA PELAJARI DI PESANTREN DULU ATAU MEMANG DIA TAK PERNAH LULUS SEKOLAH AGAMA SEBAB SAEFUDDIN MENAFSIRKAN QUR’AN HANYA DENGAN MEMBACA TEKSNYA SAJA APA SAEFUDDIN SUDAH LUPA ILMU TAFSIR ????
PENGAKUAN DIA PUN YG KATANYA TELAH MENGISLAMKAN 15 ORANG TERMASUK PENDETA  PATUT DI PERTANYAKAN.BAGAIMAN MAU MENG ISLAMKAN ORANG WONG DIA NYA SAJA SENDIRI TAK PAHAM DAN AWAM DENGAN ISLAM


.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar